Widget edited by super-bee

My Blog

fakta-unik.png

prieuk-blog.png

Home » » air panas

air panas

Written By Prieuk tok on Jumat, 08 Maret 2013 | 10.04

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wisata Air Panas desa Kepanasan - Lindai

Selamat Malam Sahabatku
Senang rasanya Mas Ngadimin bisa menulis dan mebagikannya kepada sahabat semua, mohon maaf sebelumnya bila hampir Dua bulan ini tidak aktif berkunjung ke Istana Sahabat semua.

Sahabat.
Pada hari Minggu kemarin Mas Ngadimin dan seorang Teman Sengaja jalan jalan untuk mengunjungi Air Panas Panasan Mungkin namanya aneh di dengar telinga, tapi memang begitu adanya, Air Panas tersebut terletak di Kelurahan Kepanasan, Senama Nenek , Kampar, Riau .
Sebenarnya bukan tempat yang begitu menarik , tapi perjalannya itu yang memberikan tantangan sendiri.
Air Panas itu sendiri terletak pada sebuah Quari (tambang pasir batu). Entah kapan terjadinya dan entah apa sebabnya mata air yang keluar disitu bermacam -macam. Ada yang kelihatannya mendidih (panas sekitar 70 - 90°C ) , ada yang sedang (panas sekitar 40-70°C), dan ada yang biasa untuk mandi warga sekitar (panas sekitar 20 - 30°C ).

Air panas itu sendiri terbagi dalam beberapa lubang (seperti danau/empang) yang paling panas itu sendiri bisa untuk merebus telur walaupun lama menunggu matangnya (sekitar 15 menit) . Para pengunjung sendiri banyak yang membawa mie Instan dan telur.
Ada yang menarik disini sahabat, bila kita teriak atau berbicara jorok, air yang paling panas tersebut akan banyak didihan dan gelembungnya begitu banyak. Baiklah kita bahas itu nanti, tapi sekarang kita bahas dulu perjalannya. Ini disa sahabat. Begitu mengasyikan,

Selamat Datang , dan selamat memasuki kawasan Desa Kepanasan


Yang Kita lihat digambar bukanlah lautan lumpur, itu adalah jalan yang menghubungkan Kecamatan Kuntodarussalam dan Senama Nenek (lindai)

Maaf ya sob, numpang Eksis dulum baru potong rambut & pamer kumis.

Jalan yang penuh lumpur, harus extra hati - hati

Lihat sob, jalan utamanya dalam sekali.

Masih jauh perjalannya kang, tuh lumpur di depan menanti.


Sabar sob, ada pencari rumpu yang mogok motornya , kita dorong dulu yuk sob.

Tapi Alhamdulillah sob, Jalan sudah mulai dibangun kembali, sekarang sedang gali parit dan pembersihan lumpur dulu.

Akhirnya sampai di Jembatan sungai Panasan, ayo kita cuci kaki dulu

Setalah mencuci kaki, kita jalan kembali yuk sob, upsst. Berhenti dulu di sawit - sawit yang masih kecil. Lihat sob, kayak pegunungan ya,

Oke sob, kita sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat, meskipun baju robek karena mendorong bapak bawa rumput tadi ^_^
Ini sob, air yang paling panas disini, di pinggirnya sudah dibatu dan semen. Lumyan menarik tidak seperti dulu, dan juga sekarang sudah agak bersih tidak banyak sampah berserakan disekitar air panas tersebut

Setelah Puas memandang air panas, sekarang kita lihat pemandangan langit sore dulu sob.




Sudah sore sob, saatnya kita pulang, , ini dia Mas Ngadimin, jangan di dorong ya, nanti mateng pula.

Itu Eskavator yang lagi kerja gali parit sob, udah sore bukannya pulang malah tetep kerja baen

Masya Allah. Ada yang terlupakan sob, Liat nih, mungkin karna saking jengkelnya karena jalan tidak diperbaiki, maka warga menanam pohon sawit di tengah jalan

Yah, maaf .. Bukannya tidak mau membantu dorong, tapi kayaknya tidak sanggup karena saking dalamnya lumpur (hampir selutut). Nunggu kombet (mobil 4WD yang suka melangsir buah sawit ) tarik ya kang.

Cukup sampai disini dulu sob, kalau jalan sudah bagus, nanti Mas Ngadimin Share lagi, maaf ya kalao load nya terlalu berat karena terlalu banyak gambar.

Salam persahabatn selalu dari Mas Ngadimin. Akhir kata...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share this article :
Comments
1 Comments

1 komentar:

Label



 
Support : vhari.heck.in | facebook | Admin
Copyright © 2013. IntanJaya Community - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger